Beberapa Permainan Tradisional Dan Daerah Asalnya

Permainan tradisional merupakan permainan yang dimainkan oleh anak-anak pada jaman dulu yang banyak dimainkan anak-anak sebelum adanya gadget. Sebagian besar permainan-permainan ini dilakukan secara berkelompok. Kehidupan orang di masa lalu yang bisa dikatakan tidak terlalu mengenal tentang dunia luar telah mengarahkan mereka ke dalam kegiatan sosial yang memiliki kebersamaan yang tinggi. Selain itu, budaya yang ada di indonesia pada umumnya menegaskan tentang nilai-nilai solidaritas. Hal ini kemudian mendorong mereka untuk menciptakan berbagai jenis permainan tradisional.

Dari waktu ke waktu, tampaknya bahwa permainan tradisional sekarang kurang diminati oleh masyarakat. Bahkan, banyak nilai-nilai positif yang diajarkan melalui permainan tradisional sendiri, terutama untuk keterampilan motorik dan ketangkasan anak.

Dengan demikian, jika permainan tradisional semakin langka dan terkikis kita harus mulai untuk melestarikan permainan tersebut agar tidak hilang ditelan oleh jaman.

Dalam daftar ini, ada 30 permainan tradisional yang tentunya menyenangkan dan penuh akan nilai yang dapat diperkenalkan kembali kepada anak-anak untuk dimainkan oleh mereka.

Berikut adalah macam-macam permainan tradisional yang berasal dari berbagai daerah dikutip dari verina.id :

1. Permainan tradisional dan daerah asalnya jogjakarta

  • Gobak Sodor

permainan tradisional dan daerah asalnya

Gobak sodor bersal dari kata gobak yang memiliki arti “bergerak dengan bebas” dan sodor yang yang berarti “tombak”. Permainan ini dimainkan oleh dua tim yang masing-masingnya terdiri dari 5 anak di lapangan yang berbentuk segi empat. Satu tim berperan sebagai penjaga benteng dan tim lainnya menjadi pemain.

  • Petak Umpet

permainan tradisional dan daerah asalnya

Permainan ini sangat mudah untuk dimainkan dan juga tidak membutuhkan peralatan khusus, jumlah pemainnya pun tidak dibatasi. Diawali dengan hompimpah untuk menentukan siapa yang kalah kemudian anak yang kalah atau si Pencari harus menghitung dari 1 hingga 10 sambil menghadap ke dinding ataupun tiang yang disebut “benteng”.

Sementara itu, anak-anak yang lainnya harus cepat bersembunyi. Si pencari harus mencari teman-temannya dan setiap menemukan satu anak, dia harus menyebutkan nama anak itu kemudian lari kembali ke benteng sambil berteriak “hong”! Anak yang pertama yang kali ditemukan akan menggantikan posisi si pencari.

  • Bola bekel

permainan tradisional dan daerah asal

Meski kelihatannya mudah, dibutuhkan keterampilan untuk dapat memainkan permainan bola bekel ini itulah mengapa permainan bekel ini lebih sering dimainkan oleh anak perempuan. Berasal dari bahasa Belanda (bikkelen), alat permainan ini terdiri dari bola kecil dan 5 biji bekel yang digenggam dalam satu tangan. Bola dilempar dan biji bekel disebar.

2. Permainan tradisional dan daerah asalnya jawa barat (sunda)

  • Bentengan

permainan tradisional dan daerah asal

Untuk bermain permainan bentengan, pemain dibagi kedalam dua tim. Setiap tim harus memilih tempat sebagai bentengnya, bisa saja berupa pohon, tiang, atau benda besar lainnya. Kedua tim harus saling merebut dan menyerang benteng lawan dengan cara menyentuh benteng lawan sambari berteriak, “Benteng!”

  • Patalele

permainan tradisional dan daerah asal

Permainan gatrik ini dimainkan oleh dua kelompok, yaitu sebagai pelempar dan penangkap dengan alat berupa dua potong bambu dengan ukuran panjang kira-kira 10 cm dan 30 cm serta 2 buah batu bata. Bambu yang berukuran pendek diletakkan melintang di atas batu bata, kemudian dicongkel tim pelempar sejauh mungkin menggunakan bambu yang berukuran panjang.

  • Congklak 

permainan tradisional dan daerah asalnya

Konon, congklak adalah permainan yang tertua di dunia. Congklak masuk ke Indonesia melalui bangsa Arab yang berdakwah dan berdagang di nusantara. Permainan ini dimainkan oleh dua orang pemain, sebuah papan dengan kira-kira 14 cekungan kecil dan 2 cekungan besar, serta biji congklak.

  • Hahayaman/Ayam-ayaman

permainan tradisional dan daerah asalnya

Hahayaman merupakan permainan tradisional Sunda. Dibutuhkan beberapa anak untuk membentuk “kandang” yang berupa bentuk lingkaran sambil bergandengan dan dua orang lainnya berperan sebagai ayam dan juga musang. Musang harus mengejar ayam, tetapi musang tidak bisa menangkap ayam jika ayam sudah masuk ke dalam kandang.

Jika musang berhasil menangkap ayam, akan ditunjuk dua anak lainnya untuk mengganti menjadi ayam dan juga musang.

3. Permainan tradisional dan daerah asalnya Nusa Tenggara Timur(NTT)

  • Rangku Alu

permainan tradisional dan daerah asalnya

Permainan tradisional dari Nusa Tenggara Timur (NTT) ini sering dimainkan oleh para peserta Pramuka menggunakan empat buah tongkat bambu. Empat orang pemain masing-masing memegang kedua ujung bambu dengan posisi bersilangan sehingga membentuk persegi pada bagian tengahnya .

Kemudian bambu digerakkan terbuka dan tertutup dengan irama tertentu yang semakin lama ketukannya semakin cepat. Pemain yang lainnya harus melompat di sela-sela bambu yang terbuka dengan tepat agar tidak terjepit.

4. Permainan tradisional Jawa Tengah

 

  • Cublak-Cublak Suweng

permainan tradisional dan daerah asalnya

Cublak-cublak suweng adalah permainan yang berasal dari Jawa Tengah, cublak-cublak suweng sendiri merupakan permainan tebak-tebakan. Satu orang pemain harus berjongkok dan membungkuk ke bawah sehingga pada punggungnya membentuk seperti meja tempat pemain yang lain meletakkan tangan.

Sambil menyanyikan lagu Cublak-Cublak Suweng, mereka memindah-mindahkan benda kecil (bisa dari apapun itu). Saat lagu berhenti, pemain yang berjongkok atau membungkuk harus menebak siapa yang memegang benda tersebutJika berhasil, si pemegang benda menggantikan posisi yang jongkok atau membungkuk sebagai “meja”.

  • Dam-Daman

permainan tradisional dan daerah asalnya

Permainan ini hampir mirip catur sehingga sering disebut juga dengan nama catur Jawa. Para pemain diharuskan menjalankan pionnya untuk “memakan” pion-pion lawan. Papan caturnya dibuat dengan cara digambar di tanah, di lantai, ataupun di kertas. Pion pemain 1 dan 2 harus berbeda, misalnya dari batu dan pecahan genteng untuk membedakannya.

Semua pion dapat bergerak maju, mundur, serong, dan ke samping. Pemain yang lebih dahulu habis dimakan pion lawan maka dinyatakan kalah.

  • Bancakan/Ucing Bendrong

permainan tradisional dan daerah asalnya

Bancakan memiliki aturan main yang hampir sama dengan petak umpet, namun yang membedakan ialah membutuhkan tumpukan batu. Semua pemain berjejer dan bergantian untuk melemparkan batu ke arah tumpukan batu yang sudah disusun. Jika pemain pertama telah berhasil meruntuhkan batu, pemain kedua menjadi “kucing” yang harus menyusunnya kembali.

Sementara itu, pemain lainnya bersembunyi. Setelah bata kembali disusun, kucing harus mencari teman-temannya. Pemain yang sedang bersembunyi menunggu kucing lengah kemudian berlari meruntuhkan lagi tumpukan batu. Kucing harus menumpuknya kembali dan yang lain kembali bersembunyi.

5. Permainan tradisional dan daerah asalnya Kalimantan

  • Sepak Sawut

permainan tradisional dan daerah asalnya

Masyarakat Kalimantan mempunyai permainan tradisional yang unik yang disebut dengan sepak sawut. Permainan ini sama seperti sepak bola, yang membedakan ialah penggunaan bola berapi dan satu timnya hanya terdiri dari lima orang. Oleh karena itu, permainan ini hanya dimainkan oleh para pemuda dan orang tua karena terlalu berbahaya untuk anak-anak.

Bola api yang digunakan terbuat dari bongkahan sabut kelapa tua yang sudah kering dan disatukan hingga berbentuk bulat, kemudian direndam dengan minyak tanah. Pertandingan sepak sawut biasa dilakukan pada malam hari sehingga nyala api saat bola ditendang ke sana-ke mari terlihat cantik dan menarik.

6. Permainan traditional rakyat Nias

  •  Zawo-Zawo

permainan tradisional dan daerah asalnya

Mungkin banyak orang yang masih saja asing mendengar nama permainan ini. Namun, bila kita menyebut lompat batu Nias, pasti banyak orang yang sudah mengenalnya. Ya, zawo-zawo adalah permainan rakyat Nias yang dilakukan dengan cara melompati susunan batu yang berbentuk trapesium kira-kira setinggi 2 meter.

Ketangkasan untuk melompati batu ini dahulu untuk menjadi prasyarat bagi seorang pemuda sebelum memasuki jenjang pernikahan. Jadi, sangat berbeda dengan kebanyakan permainan tradisional Indonesia yang biasanya dimainkan oleh anak-anak. Hingga saat ini, permainan ini masih banyak dijumpai di desa-desa di Kabupaten Nias Selatan.

Selain beberapa permainan tradisional tentu masih banyak lagi permainan-permainan tradisional lainnya yang bisa anda lihat disini.