Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol? Yuk simak penjelasannya!

Bolehkah Ibu Hamil Makan Jengkol

Bolehkah ibu hamilĀ  makan jengkol dan apakah aman untuk janin yang ada dalam kandungannya? Pertanyaan ini masih sering kita dengar karena kekhawatiran ibu hamil yang kadang berlebihan.

Jengkol (Archidendron pauciflorum) merupakan tanaman khas Asia Tenggara. Jengkol tidak hanya populer di tanah air namun juga di beberapa negara tetangga. Masyarakat kita sering mengolahnya sebagai bahan makanan yang disukai.

Jengkol memiliki bau yang khas yang sering dianggap mengganggu. Terutama jika dimakan dalam bentuk segar. Untuk mengurangi baunya, jengkol harus diolah dulu dengan cara direbus kemudian dimasak menjadi gulai jengkol, semur jengkol atau resep lainnya.

Mungkin karena beberapa mitos mengenai efek samping dan karena baunya yang khas menyengat yang ditimbulkan dari makanan ini, membuat banyak orang ragu dan bertanya-tanya, bolehkah ibu hamil makan jengkol? Termasuk juga bila mengonsumsinya dalam kondisi segar sebagai lalapan.

Dibalik baunya yang menyengat, manfaat jengkol bagi kesehatan tubuh ternyata sangat besar. Buah ini diketahui banyak mengandung karbohidrat, vitamin A, protein, protein,Vitamin B, Vitamin C, kalsium, zat besi dan fosfor.

Jengkol juga mengandung sejumlah senyawa yang dibutuhkan tubuh, seperti steroid, alkaloid, saponin, glikosida dan tannin. Yang menarik, jengkol juga kaya dengan kandungan minyak atsiri dan serat yang diperlukan tubuh.
Selain itu kandungan jengkol juga bersifat diuretic yang berguna dalam menjaga kesehatan jantung maupun mencegah diabetes.

Jadi untuk mengetahui apakah ibu hamil diperbolehkan makan jengkol, berikut ini berbagai manfaatnya untuk kehamilan.

Kandungan kalsium dalam jengkol berguna untuk mencukupi kebutuhan kalsium bagi janin. Kalsium sangat dibutuhkan untuk perkembangan janin agar lebih optimal.

Ibu hamil juga penting makan jengkol untuk mencukupi kebutuhan zat besinya. Sekarang ini banyak kasus ibu hamil yang kekurangan zat besi atau anemia yang bisa menyebabkan kecacatan pada janin yang dilahirkannya.

Lantas bolehkah ibu hamil makan jengkol?

Nutrisi dalam kandungan jengkol baik juga untuk mencegah osteoporosis pada ibu hamil. Ibu hamil dan janinnya juga membutuhkan kalsium yang tinggi dan jengkol salah satu makanan yang berkalsium tinggi.

Kandungan jengkol yang bersifat diuretic dan tingginya kadar serat makanan ini sangat baik untuk mencegah sembelit dan gangguan buang air besar (BAB) yang sering dialami ibu hamil.

Efek Samping Makan Jengkol untuk Ibu Hamil
Setelah mengetahui manfaat dari jengkol untuk ibu hamil, jadi masih bolehkah ibu hamil makan jengkol? Sebelum menjawab pertanyaan ini sebaiknya ketahui juga efek samping makan jengkol untuk ibu hamil.

Keracunan Jengkol
Dalam penelitian ditemukan beberapa kasus ibu hamil yang mengalami keracunan asam jengkol. Gejala yang muncul biasanya berupa sakit kepala, demam, mual, muntah dan timbulnya rasa nyeri atau tidak nyaman pada tubuh.

Namun kasus yang sering ditemukan justru terjadi pada ibu dengan kehamilan muda. Kondisi keracunan ini tentunya bukan hanya berbahaya bagi ibunya saja, tetapi juga terhadap janin dalam kandungan.

Risiko Keguguran
Jika terjadi keracunan jengkol pada ibu hamil dengan kondisi yang parah bisa menyebabkan keguguran. Terlebih jika ibu tidak segera mendapat pertolongan yang tepat. Jadi, masih bolehkah ibu hamil makan jengkol?

Gangguan Ginjal
Tingginya kadar asam jengkol yang masuk dan menumpuk ketubuh juga dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan ginjal. Jika fungsi ginjal terganggu, bisa berdampak buruk baik pada ibu maupun janin yang dikandungnya.

Setelah mengetahui manfaat dan efek samping jengkol untuk ibu hamil. Maka diperbolehkan bagi ibu hamil untuk makan jengkol dengan jumlah 3 keping saja.
Itulah sejumlah manfaat dan dampak buruk yang bisa terjadi jika ibu hamil mengonsumsi jengkol.