Ibu Hamil Wajib Tahu!! Beberapa Makanan Yang Dilarang Saat Hamil

Kehamilan menjadi masa-masa yang paling sensitif bagi perempuan.

Pada periode ini, perempuan membutuhkan asupan nutrisi yang sehat serta bergizi untuk mengoptimalkan tumbuh kembang sang bayi dalam kandungan.

Memilih makanan yang sehat dan baik untuk kandungan dapat menjadi hal yang membingungkan bagi beberapa orang. Serta adanya beberapa makanan yang dilarang di makan saat hamil menjadikan perasaan was-was tersendiri bagi sang ibu. Apalagi jika sedang hamil muda.

 

Makanan yang dilarang saat hamil itu sendiri kadang manfaatnya sangat baik bagi ibu hamil, namun karena kandungan yang terdapat didalamnya berlebihan sehingga sebaiknya dihindari atau bahkan tidak dikonsumsi.

Apa saja sih, makanan yang tidak boleh dimakan saat hamil?. Mau tahu jawabannya? Silahkan baca artikel di bawah ini!.

 

 

1. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi

makanan yang dilarang saat hamil

 

Ibu hamil saat ini sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi ikan, memang ikan memiliki kandungan nutrisi serta protein yang tingi.

 

Namun beberapa waktu lalu terungkap bahwa, beberapa ikan diketahui mengandung merkuri.

Mengonsumsi merkuri dalam jumlah yang tinggi dapat menjadi racun bagi tubuh seperti menimbulkan gangguan pada sistem saraf, sistem kekebalan tubuh, dan ginjal.

Pada anak-anak, keracunan merkuri dapat menyebabkan masalah pada perkembangan otak yang serius. Info ini telah dirangkum di Healthline.

 

Jenis dari ikan yang diketahui memiliki kadar merkuri tinggi yaitu seperti king mackerel, hiu, marlin, dan ikan todak.

Sedangkan ibu hamil dapat mengonsumsi ikan seperti teri, sarden, lele, salmon, serta tilapia (nila dan mujair) sebab telah dipastikan kadar merkuri yang terdapat didalamnya rendah .

 

 

2.  Makanan yang dilarang saat hamil adalah ikan mentah

makanan yang dilarang saat hamil

 

Sama halnya seperti ikan bermerkusi tinggi, sebaiknya ibu hamil tidak mengonsumsi ikan mentah atau setengah matang. Ini dikarenakan ikan yang tidak dimasak secara sempurna dapat menyebabkan beberapa infeksi virus, bakteri, atau parasit seperti norovirus, vibrio, salmonela, dan listeria.

 

Beberapa infeksi tersebut dapat menyebabkan ibu hamil mengalami dehidrasi yang parah dan lemas.

Pada kasus yang lebih serius, bayi dalam kandungan sang ibu juga dapat terkena dampaknya.

 

 

3. Daging dan telur mentah atau setengah matang

makanan yang dilarang saat hamil

 

Daging mentah atau kurang matang dapat meningkatkan risiko infeksi beberapa bakteri atau parasit seperti Toxoplasma, E. coli, Listeria, dan Salmonela.

Bakteri dapat mengancam kesehatan bayi yang belum lahir. Infeksi bakteri kemungkinan menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan atau penyakit neurologis yang parah, termasuk kecacatan intelektual, kebutaan, dan epilepsi.

 

Telah dicantumkan oleh Foodsafety.gov, beberapa makanan yang perlu dihindari ibu hamil karena risiko infeksi salmonela dan bakteri E. coli, di antaranya:

  • telur mentah atau setengah matang
  • makanan yang mengandung telur setengah matang
  • kecambah mentah atau setengah matang
  • susu yang tidak dipasteurisasi.

 

 

4. Jeroan makanan yang dilarang saat hamil

makanan yang dilarang saat hamil

 

Jeroan sebenarnya adalah sumber nutrisi yang baik untuk ibu hamil dan bayi karena mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin A, dan tembaga.

 

Meski sebenarnya, terlalu banyak mengonsumsi vitamin A hewani tidak dianjurkan selama kehamilan. Sebab hal tersebut dapat menyebabkan keracunan vitamin A. Selain itu, kadar tembaga yang sangat tinggi dapat menyebabkan cacat lahir dan keracunan hati.

 

 

5. Sayuran dan kecambah mentah atau setengah matang

 

Merangkum dari Medical Nes In the present day, beberapa jenis sayuran dan kecambah mungkin mengandung bakteri seperti salmonela dan E. coli yang dapat menyebabkan infeksi.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Scientific Microbiology and An infection menyebut infeksi bakteri dalam darah, umumnya infeksi E. coli, berpotensi menimbulkan kerugian yang mematikan.

 

Untuk itu, sebaiknya ibu hamil menghindari mengkonsumsi sayuran dan kecambah mentah agar bayi dalam kandungan tumbuh dengan sehat.

 

 

6. Susu yang tidak dipasteurisasi

makanan yang dilarang saat hamil

 

Melansir dari American Being pregnant, susu yang tidak dipasteurisasi mungkin mengandung bakteri listeria. Bakteri ini dapat ditularkan kepada bayi yang belum lahir melalui plasenta sang ibu, bahkan sang ibu terkadang tidak menunjukkan tanda-tanda penyakit tersebut.

 

Ini dapat menyebabkan persalinan prematur, keguguran, lahir mati, dan masalah kesehatan serius lainnya. Agar Anda dan sang calon buah tetap sehhat pastikan membaca label kemasan sebelum mengonsumsi susu.

 

 

7. Kafein makanan yang dilarang saat hamil

 

Kafein adalah zat psikoaktif yang paling umum digunaan di dunia, terutama dalam kopi, teh, minuman ringan, dan coklat.

 

Bagi wanita yang sedang hamil, disarankan untuk membatasi jumlah asupan kafein, jumlah ini disarankan kurang dari 200 mg per hari atau sekitar dua sampai tiga cangkir kopi.

 

Kafein tidak disarankan karena dapat diserap dan masuk dengan sederhana ke dalam plasenta dan janin.

kabar buruknya, janin dalam kandungan tidak dapat mencerna kafein dan dapat menyebabkan masalah.

Telah terbukti mengkonsumsi kafein dalam jumlah yang banyak selama kehamilan dapat mengakibatkan pertumbuhan janin yang lambat dan mengakibatkan risiko berat badan bayi yang rendah saat persalinan.

 

 

8. Makanan yang tidak dicuci

 

Permukaan buah dan sayuran yang tidak dicuci dan dikupas dapat terkontaminasi bakteri dan parasit.Belum lagi dengan adanya obat semprot yang digunakan para petani.

Kontaminasi dapat terjadi saat panen, penyimpanan, atau saat transportasi menuju ke tempat penjualan. Untuk itu, kita wajib mencuci buah dan sayur sebelum mengonsumsinya.

 

 

9. Alkohol makanan yang dilarang saat hamil

Melansir dari Dwell Science, alkohol dalam darah ibu dapat menular langsung pada bayi melalui tali pusar.

Mengonsumsi alkohol selama kehamilan dalam jumlah besar dapat mengganggu tubuh kembang sang bayi mulai dari masalah fisik, kesulitan bekahar, hinggi perilakunya setelah dilahirkan juga akan ukut terpengaruh.

 

Bagi ibu hamil dan calon buah hati sebaiknya lebih berhati-hati dalam mengonsumsi makanan setelah membaca artikel ini. Sebab kesehatan dan keselematan Anda dan calon buah hati adalah prioritas bagi suami dan keluarga.

Berita selengkapnya dapat dilihat di verina.id.